Sabtu, 15 Januari 2022


Sumber Gambar: Instagram @penerbitharu
 


Judul Buku: 1cm Between You and Me

Penulis: Kim Eun Ju

Ilustrasi: Yang Hyun Jung

Penerjemah: Dewi Ayu Ambar Rani

Penerbit: Haru

Tahun Terbit: Cetakan Pertama, Juli 2020

Jumlah Halaman: 324 halaman

 

“Saat jauh, menjadi bintang yang tak terhitung jumlahnya. Saat dekat, menjadi satu-satunya bulan.”

Sering kali kita berhenti memperhatikan orang yang dekat dengan kita. 1cm Between You and Me adalah sebuah buku esai terjemahan Korea yang berupaya mengingatkan kita untuk melihat cinta sedikit lebih dalam lagi.

Hugging essay ini ditulis dengan sudut pandang yang kreatif dan penuh simpati oleh Kim Eun Ju yang percaya bahwa cinta yang murni mampu membuat kehidupan lebih bersinar. Seri 1cm menjadi best seller dan digemari tidak hanya di Korea Selatan, tetapi juga di negara-negara lainnya.

Makna dari 1cm yang ingin disampaikan oleh penulis adalah “Jarak yang tepat untuk mencintai adalah 1cm.”

Sedangkan ‘Hugging‘ yang ditekankan oleh Kim Eun Ju memiliki makna, “Healing bisa dilakukan sendiri, tapi hugging hanya bisa dilakukan jika ada seseorang bersamamu.”

Covernya saja semenarik itu, apalagi isinya.

Yup! Selain isinya yang tak kalah menarik, keistimewaan dari esai yang satu ini adalah visual ilustrasinya yang digambar oleh Yang Hyun Jung berupa sepasang kekasih dan sepasang beruang yang sedang jatuh cinta. Yang satunya seekor beruang kutub atau Nona Beruang Putih dan seekornya lagi beruang madu (mungkin) atau Tuan Beruang.



Tak hanya itu, tiap halamannya pun tak pernah membosankan, karena selain ada yang berwarna, ada juga beberapa halaman yang dapat dilipat hingga menjadi suatu bentuk kesatuan dari gambar di halaman sebelumnya.



Dan katanya buku ini pernah dibaca oleh Jungkook, salah satu member BTS. Buku ini ia dapatkan dari seorang Army yang memberinya hadiah.

Sumber Gambar: Instagram @penerbitharu


Fansnya Jungkook mana, nih? Kalian sudah baca buku 1cm Between You and Me atau belum? Bagi yang tertarik ingin membaca, kalian bisa cari di toko buku di kota kalian, ya atau bisa juga membeli lewat marketplace milik Penerbit Haru atau toko buku online yang bekerjasama dengan Penerbit Haru.

 

Terima kasih sudah membaca …

Review Buku 1cm Between You and Me

Posted by Eka Rizky safitri
Tag :
Sabtu, 01 Januari 2022

 


Sumber Gambar: Instagram @penerbitharu




Judul Buku: Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Penulis: Geulbaewoo

Penerjemah: Dewi Ayu Ambar Rani

Penerbit: Haru

Tahun Terbit: Cetakan Pertama, Juni 2021

Jumlah Halaman: 250 halaman


Dalam hidup, terkadang kita merasa lelah, tak berdaya, dan merasa bersalah atas keadaan. Kita juga sering merasa belum melakukan yang terbaik, padahal sudah berusaha sebaik mungkin.

Pernah ada di fase itu?

“Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah” adalah sebuah judul buku yang isinya berupa esai terjemahan Korea yang ditulis oleh Geulbaewoo dan berhasil diterjemahkan oleh Penerbit Haru.

Buku ini terdiri atas tiga bagian dengan masing-masing sub membahas tentang bagian dari diri kita sebagai manusia saat mencapai titik lelah dalam hidup dan rasanya benar-benar ingin menyerah atas segala hal yang telah kita lakukan selama ini. Tentang kegagalan, kelelahan karena menahan semuanya sendiri, dan kemudian membahas tentang jati diri. Geulbaewoo menuliskannya berdasarkan pengalamannya sendiri.

Ini adalah esai pertama dari Geulbaewoo yang saya baca dan berhasil membuat air mata saya mengalir. Bagian pertama itu benar-benar menyinggung tentang diri saya. Setelah membacanya, saya seperti dikuatkan. Penulis mengingatkan jika kita berhak menjadi diri sendiri dan hidup bahagia.

Meskipun esai, namun ini bukan esai yang membosankan untuk dibaca. Penulisannya sangat sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti. Tiap isinya mungkin akan membuat kalian berpikir, “Duuhh, aku banget.” (Karena saya begitu. Hehe).

Ada satu sub bagian yang juga menjadi favorit saya, dimana penulis juga mengingatkan bahwa diri kita itu berharga.

“Ada hari-hari ketika kita merasa diri ini tak berharga. Ada juga saat ketika kita tidak tahu harus berjalan ke arah mana. Kegagalan yang datang bertubi-tubi membuat kita merasa bahwa diri ini tidak berguna.

Aku mau mengatakan, pertama, kau sudah berusaha keras. Kau sudah banyak menderita. Kau sudah berhasil melakukan semuanya dengan baik. Selama ini kau sudah bertahan melalui hari-hari sulit dengan satu tekad kuat untuk berhasil. Kau pasti sangat lelah setelah melalui banyak kesulitan, tetapi kau sudah berhasil bertahan sampai sekarang. Kau pasti jauh lebih lelah dari yang kau bayangkan. Mungkin kau ingin mengakhiri semuanya sekarang. Siapa pun yang lelah pasti ingin berhenti, dan mungkin saja itu benar.

Namun, jangan memandang dirimu terlalu kecil dan buruk. Selama ini kau sudah berusaha keras. Tekadmu untuk berhasil selama ini kuat. Kau bukanlah orang yang tidak sempurna atau buruk. Kau sedang bertumbuh dengan indah seperti pohon penuh dedaunan hijau yang merimbun seiring waktu. Mari kita lalui semuanya dengan baik. Kau pasti bisa.” (Halaman 181)

Bagaimana? Setelah membaca sebagian isi buku tersebut, kalian tidak tertarik untuk membaca bukunya secara keseluruhan? Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk kalian baca. Sekarang sudah bisa dicari di toko buku di kota kalian. Bisa juga melalui Penerbit Haru langsung.

Untuk penutup dari review yang ala kadarnya ini, saya pun ingin mengatakan, “semangaaatt untuk tahun 2022 ini. Jika tahun kemarin kamu begitu tertekan dan rasanya ingin menyerah, semoga di tahun 2022 ini banyak hal baik yang terjadi dan diselimuti oleh kebahagian.”

 

Terima kasih sudah membaca...


Jumat, 19 November 2021


 


Sumber Gambar: Penerbit Haru

Judul Buku: The Secret of Red Sky

Penulis: Jung Eun Gwol

Penerjemah: Ni Made Santika

Penerbit: Haru

Tahun Terbit: Cetakan Pertama, September 2018

Jumlah Halaman: 552 halaman




Sumber Gambar: Penerbit Haru


Judul Buku: The Secret of Red Sky 2

Penulis: Jung Eun Gwol

Penerjemah: Seini Intanalia

Penerbit: Haru

Tahun Terbit: Cetakan Pertama, September 2018

Jumlah Halaman: 512 halaman

 

Sinopsis

Ha Ram, meski buta, dia adalah peramal langit dengan ketampanan surgawi yang bertugas di Istana Gyeongbok.

Namun, dia tidak bisa melihat bintang di langit. Ketika membuka mata, seluruh dunia akan berwarna merah darah. Dia buta saat masih kecil.

Sejak pertemuannya dengan Hong Cheongi, sebuah tirai yang akan mengantarkannya kepada rahasia langit merah yang menyelimuti matanya perlahan-lahan mulai tersingkap.

Hong Cheongi, gadis pelukis genius yang menyukai tantangan. Dia adalah gadis dengan suara lantang layaknya seorang laki-laki. Gadis beracun dan keras kepala yang bahkan membuat harimau tidak jadi melahapnya.

Dua puluh tahun kehidupannya sebagai seorang pelukisyang hanya mengenal kuas dan lukisan berubah drastis sejak dia memungut seorang pemuda yang jatuh dari langit.

Lee Yong, Pangeran Anpyeong yang berkelana mencari keindahan. Dia sangat mencintai karya seni melebihi siapa pun sehingga lukisan dan puisi indah saja bisa membuat tangan dan kakinya langsung lemas.

Laki-laki penuh kebebasan yang selalu mengharapkan berbagai kejadian seru. Sampai sekarang hanya Hong Cheongi satu-satunya yang bisa membuatnya merasa begitu senang.

*Novel ini menceritakan tentang pertemuan seorang lelaki buta dengan gadis pelukis pada zaman Joseon di malam Dongji. Ketika membaca buku ini, kita akan diperkenalkan dengan jenis-jenis lukisan di Korea. Meskipun ini cerita romantis, tetapi ceritanya tidak hanya berfokus pada lukisan. Namun, nuansa mistis, nilai kesetiaan dan persahabatan, semuanya diceritakan dalam buku karya Jung Eun Gwol ini.

Bahkan novel ini telah diadaptasi menjadi sebuah film berupa Drama Korea romantis dengan judul Lovers of The Red Sky yang dibintangi oleh Kim Yoo Jung, Ahn Hyo Seop, dan Gong Myung. Film ini tamat dengan jumlah enam belas episode dengan rating yang memuaskan.



Selain itu, tidak hanya ada dalam bentuk film. Bagi kalian yang belum sempat baca novelnya atau menonton versi filmnya, kalian pun dapat membaca versi Webtoon-nya dengan judul yang sama dengan filmnya. Sekarang di webtoon Indonesia baru sampai episode 11.



Ceritanya sangat seru dan membuat penasaran. Namun, kembali lagi kepada teman-teman. Lebih suka baca novelnya, webtoonnya, atau menonton filmnya. Karena seperti yang kita ketahui, terkadang ketika sebuah novel diangkat ke layar lebar, ceritanya agak sedikit berbeda. Ada yang memuaskan, ada juga yang mengecewakan.

 



*btw bukunya saya jual :D

Review Buku The Secret of Red Sky

Posted by Eka Rizky safitri
Tag :
Minggu, 27 Juni 2021

 


Sumber Gambar: Instagram @mizanfantasi





Sumber Gambar: Instagram @anovelkingdom


Judul Buku: #1 Nevermoor (The Trials of Morrigan Crow)

Penulis: Jessica Townsend

Penerjemah: Reni Indardini

Penerbit: Mizan Fantasi

Tahun Terbit: Cetakan Pertama, 2017

Jumlah Halaman: 451 halaman

 

Sinopsis

Morrigan Crow tahu dia akan mati saat berulang tahun ke-12, tepat pada hari Eventide. Seperti halnya anak-anak lain yang lahir pada tahun yang sama, dia dituduh sebagai anak yang terkutuk, penyebab semua kesialan di kotanya, dari kematian, cuaca buruk, kekalahan dalam lomba, sampai makanan basi. Bahkan keluarganya sendiri pun tak lagi memedulikan dia. Berharap agar Morrigan cepat mati.

Namun, siapa sangka Eventide tiba satu tahun lebih cepat? Dan siapa sangka pula, bukannya maut, malah Jupiter North yang menjemputnya, membawa Morrigan kabur ke kota rahasia, Nevermoor.

Sejenak, Morrigan merasa aman. Namun, itu hanya sementara, karena tantangan lainnya telah menanti. Sebagai penduduk illegal, satu-satunya cara bagi Morrigan untuk tetap tinggal adalah menjadi anggota Wundrous Society. Hanya Sembilan anak berbakat yang akan diterima di akademi bergengsi tersebut. Jadi, bagaimana mungkin Morrigan dapat bersaing dengan ratusan anak hebat lainnya saat dia sendiri bahkan tidak mengetahui kemampuan yang dia miliki?

Morrigan hanya ingin terlepas dari kutukan Eventide. Dia hanya menginginkan tempat yang bisa disebutnya rumah, orang-orang yang bisa dianggapnya sahabat dan keluarga. Sebegitu sulitkah?


 

 


Sumber Gambar: Instagram @caitlynannereads


Judul Buku: #2 Wundersmith (The Calling of Morrigan Crow)

Penulis: Jessica Townsend

Penerjemah: Reni Indardini

Penerbit: Mizan Fantasi

Tahun Terbit: Februari 2019

Jumlah Halaman: 493 halaman


Sinopsis

Saudara-saudari sehidup semati? Saling setia, siap bahu-membahu? Morrigan mulai merasa ikrar Wundrous Society itu hanya omong kosong.

Tidak ada yang menyukainya di sekolahyah, kecuali Hawthorne, sahabatnya. Unit mereka terus dikirimi surat kaleng berisi ancaman untuk menguak rahasia Morrigan dan gurunya di Society hanya mengajarkan satu hal: semua Wundersmith itu jahat dan Morrigan bukanlah pengecualian.

Yang terburuk, satu per satu orang mulai menghilang dan terror bermunculan. Nevermoor, kota fantastis yang magis dan menawarkan perlindungan, kini dilingkupi ketakutan dan kecurigaan….

Dan besar kemungkinan, Morrigan penyebabnya. 




 


Sumber Gambar: Instagram @dateabook


Judul Buku: #3 Hollowpox (The Hunt for Morrigan Crow)

Penulis: Jessica Townsend

Penerjemah: Reni Indardini

Penerbit: Mizan Fantasi

Tahun Terbit: Januari 2021

Jumlah Halaman: 505 halaman

 

Sinopsis

Para Wunimal di Nevermoor seperti terserang suatu virus yang menyebabkan mereka mengamuk dan melukai para penduduk Nevermoor. Namun, siapa sangka jika itu bukanlah sebuah virus melainkan monster yang sengaja diciptakan untuk mengacaukan Nevermoor.

Morrigan tahu persis siapa yang menciptakan monster tersebut, tak lain dan tak bukan adalah pria yang sudah sejak lama diusir dari Nevermoor akibat pembantaian yang ia lakukan di Alun-alun Keberanian bertahun-tahun yang lalu.

Bagaimanakah cara Morrigan mengatasi permasalahan yang menimpa para wunimal tersebut? Sementara disaat ia merasa menemukan solusinya, alih-alih justru ia malah masuk ke dalam jebakan yang disiapkan dengan rapi oleh Presiden Wintersea.

 

***

 

Ini pertama kalinya saya membaca buku genre fantasi dari penerbit Mizan. Dan tidak mengecewakan. Petualangan Morrigan Crow dan teman-temannya dari Unit 919 benar-benar menegangkan. Jika kalian penggemar Harry Potter, maka buku ini layak untuk kalian baca. Jessica Townsend benar-benar menuangkan imajinasi briliannya dengan sungguh-sungguh hingga terciptalah karya yang mengisahkan tentang seorang anak gadis yang dikutuk, yang ternyata memiliki sebuah rahasia besar mengenai jati dirinya yang sebenarnya.

Gaya bahasa yang digunakan juga tidak terlalu berat, sehingga mudah dimengerti. Latar tempat dijelaskan sedemikian detail, rasanya seperti kita dapat membayangkan secara langsung seperti apa yang ditulis oleh Jessica. Para tokoh dalam cerita pun masing-masing diberi watak yang tidak monoton. Saya pribadi lebih tertarik dengan tokoh Matron Cendekiawan yang mengajari Morrigan.

Mengapa? Karena Matron Cendekiawan tersebut dapat berubah bentuk menjadi orang yang berbeda. Sejauh ini baru tiga transformasi, yaitu Dearborn, Murgatroyd, dan Rook. Masing-masing juga memiliki sifat yang berbeda. Tiap mereka bertransformasi, selalu terdengar bunyi tulang-tulang. Menurut saya itu keren. Kadang kepikiran, itu bagaimana, ya jika adegan yang itu dibuatkan film? Hehe.

Untuk kekurangan, sih sejauh saya membaca cerita ini, asyik lah, ya. Jadi tidak ada kekurangan menurut saya pribadi. Ceritanya tidak terlalu bertele-tele. Namun, mungkin ada beberapa pembaca yang bakal gemas sama sikapnya Morrigan yang terkadang menjengkelkan.


Review Buku Seri Nevermoor Jessica Townsend

Posted by Eka Rizky safitri
Tag :
Selasa, 16 Februari 2021

 


Judul Buku: Girls in the Dark

Penulis: Akiyoshi Rikako

Penerjemah: Andry Setiawan

Penerbit: Haru

Tahun Terbit: Cetakan Pertama, 2014

Jumlah Halaman: 288 halaman

 

Sinopsis

Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu…?

Gadis itu mati. Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati. Di tangannya ada setangkai bunga lily. Apakah itu pembunuhan? Atau bunuh diri? Tidak ada yang tahu. Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan rutin bertema yami-nabe. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi….

Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

*Girls in the Dark atau Ankoku Joshi merupakan karya Rikako sensei  yang pertama kali diterbitkan di Indonesia oleh Penerbit Haru.  Pada tahun 2017 novel ini pun diangkat menjadi sebuah film. Shiraishi Itsumi diperankan oleh Marie litoyo.


Kelebihan

Rikako sensei selalu berhasil membuat pembaca penasaran. Menebak-nebak siapa sebenarnya pelaku dari kejadian dalam  cerita. Apalagi dalam cerita Girls in the Dark ini, masing-masing anggota Klub Sastra tersebut menceritakan kenangan mereka bersama sang mantan ketua klub, dan kemudian berasumsi menebak orang yang kira-kira membenci Shiraishi Itsumi dan membunuhnya. Pada pertemuan yami-nabe lah mereka menceritakan semuanya versi mereka masing-masing. Dan seperti biasa, ending yang tidak tertebak, dengan alur yang ditata sedemikian rupa. Tapi kalau menurut saya pribadi, cerita yang ini sedikit mudah ditebak dibanding dengan The Dead Returns.


Kekurangan

Sedikit mudah tertebak siapa pembunuh sebenarnya. Justru malah urutan kejadiannya yang luar biasa menurut saya. Di luar ekspektasi. Haha.



 

Sumber Gambar: Instagram (@harusemestapersada)

Review Buku Girls in the Dark

Posted by Eka Rizky safitri
Tag :, Tag :
Minggu, 14 Februari 2021

 


“Hidup memang tak hanya tentang bahagia, adakalanya perlu luka agar kita lebih menghargai bahagia itu, perlu perjuangan untuk menghargai hasil, dan perlu lapangnya dada menerima hal-hal yang tak sesuai dengan yang kita minta.” – (halaman 4)

 

Judul Buku: Hidup

Penulis: Ikhsanudin

Penerbit: TransMedia Pustaka

Tahun Terbit: Cetakan Pertama, 2019

Jumlah Halaman: 202 halaman

 

Buku pengembangan diri dengan cover yang simple, tetapi menarik. Buku ini berisi motivasi untuk teman-teman yang sering menyalahkan hidup, meragukan rencana Tuhan, menangisi dan menyesali masa lalu, merasa tidak bahagia, dan masih banyak lagi. Tiap kalimatnya sekiranya dapat kita renungi kala membacanya. Banyak hal positif yang kita dapatkan dari membaca buku ini. Perihal bersyukur, ikhlas, dan bagaimana cara yang benar dalam menyikapi hidup yang menurut diri kita patut disalahkan.

Tidak terlalu banyak kalimat, sehingga membuat buku ini nikmat untuk dibaca, karena kita tidak akan dibuat jenuh. Penulis juga menggunakan bahasa yang ringan sehingga sangat mudah untuk dipahami oleh pembaca

Namun, masih ada beberapa typo dalam penulisan.

 

Sumber Gambar: Instagram (@kangihsan_)

Review Buku Hidup

Posted by Eka Rizky safitri
Kamis, 11 Februari 2021

 


“Cinta itu macam musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti.” – Pak Tua (halaman 167)

 

Judul Buku: Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

Penulis: Tere Liye

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: Cetakan keduapuluh tiga, 2019

Jumlah Halaman: 512 halaman

 

Sinopsis

Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya.

Berawal dari sebuah surat bersampul merah tanpa nama yang dilem rapi, yang ditemukan di sepit milik Borno, cerita cintanya bermula. Andi, teman Borno, yakin jika barang tersebut milik gadis sendu menawan berbaju kurung kuning yang menumpang di sepit Borno.

Awalnya Borno mengira bahwa itu adalah angpau biasa, meski bentuk dan bahan amplop yang ada padanya lebih baik. Namun, seiring berjalannya waktu, angpau tersebut ternyata berisi sebuah rahasia yang ingin disampaikan oleh Mei, si gadis sendu menawan itu pada Borno. Rahasia besar mengenai sebuah kebenaran yang terjadi di rumah sakit sepuluh tahun silam saat kepergian bapak Borno.


Kelebihan

Penulis memilih latar tempat di mana sungai Kapuas mengalir, dengan karakter tokoh dalam ceritanya dari berbagai ras. Cerita pada buku ini juga mengisahkan tentang ketulusan, perjuangan Borno yang berusaha ikhlas, kemudian harus berkali-kali berganti pekerjaan, hingga akhirnya menjadi pengemudi sepit, dan kemudian mengurus bengkel.

Penulis berusaha menggiring pembaca untuk menerka jalan cerita. Hingga pembaca akan dibuat terkejut dengan sebuah plot twist  yang luar biasa.

Bagi saya, Tere Liye selalu punya cara tersendiri membuat cerita bergenre romantis dengan cara yang berbeda. Tidak penuh dengan gombalan, tetapi pesan dalam cerita dapat tersampaikan dengan baik.


Kekurangan

Saya pribadi tidak merasa ada kekurangan dalam novel ini. Karena ceritanya dikemas dengan sangat apik.

 


Sumber Gambar: Fanpage Tere Liye (Facebook)

 

Tag :

Blogger templates

Blogroll

Pengunjung

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Pengikut

Copyright © Dunia Erizks -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan